Merekam Drum Kit dengan 5 teknik Overhead


Fungsi dari overhead sebenarnya untuk menangkap keseluruhan kit dari drum, akan tetapi kecenderungannya dalam menangkap suara cymbal akan terasa lebih besar. Selain itu penangkapan suara melalui overhead dapat membantu menyatukan semua microphone yang menodong pada kit masing-masing. Biasanya overhead ditangkap dengan menggunakan microphone berjenis ribbon seperti AEA R84, AKG C414, Oktava MC012, Marshal MXL series dan masih banyak lagi.
Teknik penangkapan overhead  terbagi menjadi lima macam teknik. Yang pertama yaitu overhead dengan posisi XY,  kedua yaitu overhead dengan posisi AB / Space Pair, ketiga yaitu overhead dengan posisi mid-side, keempat yaitu overhead dengan posisi recorderman, kelima overhead dengan posisi ORTF.  Dari kelima teknik tersebut, maka masing – masing posisi akan memiliki karakter suara yang ditangkap dan memiliki perbedaan tingkat keamanan dari kendala out of phase. Out of phase adalah sebuah peristiwa, ketika seorang sound engineer menangkap suara stereo dan hasil dari tangkapan tersebut terdengar berat di satu sisi kanan/kiri. Berikut hasil penjabaran dalam penangkapan overhead.
a.      Overhead dengan posisi XY / Coincident Pair.
Overhead dengan posisi XY daya tangkapnya cenderung lebih sempit, akan tetapi titik yang ditangkap sangat memiliki detail yang tinggi. Resiko out of phase pada posisi ini tidak ada. Hal ini dikarenakan kompatibilitas mono yang sangat tinggi.[1] Karakter suara yang dihasilkan pada posisi ini lebih memiliki fleksibilitas yaitu akan mengikuti ketinggian dari microphone. Berikut gambar tampak depan posisi overhead XY / Coincident Pair position.

Gambar 1. Tampak Depan, overhead XY position.

Peletakan posisi microphone ini tidak terlalu rumit, cukup membuat bentuk yang menyerupai huruf X atau Y. Posisi microphone kanan menodong sisi kiri dan sebaliknya posisi microphone kiri menodong sisi kanan pada drum. Jarak microphone dengan kit normalnya lebih tinggi dari kepala dan jika ditarik garis lurus kebawah, maka posisinya tepat berada diatas snare yang merupakan phase-nya. Antara microphone kanan dan kiri pada posisi ini nantinya akan membentuk sebuah sudut 90 derajat.
b.    Overhead dengan posisi AB / Space Pair
Overhead dengan posisi AB / Space Pair merupakan teknik yang sederhana dan sering dijumpai pada miking overhead drum. Penerapan microphone dengan posisi ini sangatlah sulit, dikarenakan resiko terhadap out of phase sangatlah besar. Cara untuk menghindari out of phase yaitu snare drum sebagai patokan atau yang menjadi pusat antara kedua microphone tersebut. Ketika microphone kanan diletakkan pada pan 50 % dari snare maka microphone  kiri pun diletakkan di posisi pan yang sama pula. Penangkapan sudah seimbang apabila berada di titik tengah, oleh karena itu diperlukan keahlian dalam mengukur dan terutama pada pendengaran. Daya tangkap untuk posisi ini lebih luas dan suara yang dihasilkan akan terasa melebar diberbagai sudut. Jarak antara microphone  kanan dan microphone kiri pada umumnya, kurang lebih sekitar 40 hingga 50 cm atau bisa juga diletakkan disetiap sisi drum. Karaktrer sound yang dihasilkan lebih bervariasi menyesuaikan jarak ketinggian microphone, jarak antar microphone serta angle pattern pada kedua microphone. Berikut gambar tampak depan posisi overhead AB position / Space Pair.

Gambar 2. Tampak Depan, Overhead AB / Space Pair Position.


c.    Overhead dengan posisi Mid-Side
Pada posisi overhead mid-side, daya tangkap yang dihasilkan sempit, oleh karena itu resiko out of phase-nya pun tidak ada. Manfaat yang didapat dari posisi ini yaitu ukuran ruang dapat kita rubah sesuai keinganan saat melakukan proses mixing. Ruangan akan terasa lebih besar sedangkan drum terdengar kurang attack. Kelebihan memakai posisi ini, yaitu ketika berada dalam ruangan kecil dan ruangan yang kurang mendukung untuk mendapatkan sound berkualitas. Karakter suara, pada posisi ini karakter dry akan lebih mudah didapat dan suara ambient yang ditangkap juga lebih besar. Pada proses rekaman dibutuhkan 1 microphone  dengan pola pattern bidirectional / figure of 8 dan 1 mic dynamic dengan pattern cardional.  Peletakan posisi mid-side kedua microphone  berada ditengah. Microphone  dengan figure of 8 diletakkan posisi berdiri dan dynamic microphone tepat berada diatasnya, dengan posisi menghadap ke drum. Input yang digunakan adalah right dan left channel dengan settingan gain yang berbeda antara kedua microphone. Pengaturan gain untuk condensor microphone lebih kecil daripada dynamic microphone. Berikut tampak samping, posisi overhead mid-side position.

Gambar 3. Tampak Samping, overhead mid-side position.


d.    Overhead dengan posisi ORTF
ORTF merupakan kebalikan dari posisi XY. Posisi ORTF diletakkan ditengah tepat diatas snare drum yang merupakan phase dari drum. Jarak antara kedua microphone yaitu sekitar 17 sentimeter dengan sudut yang membentuk sekitar 110 derajat. Microphone kiri menangkap suara pada bagian kiri, dan yang kanan menangkap suara bagian kanan. Overhead dengan posisi ORTF memiliki daya tangkap yang sangat lebar dibandingkan ke empat teknik posisi lainnya. Hal ini terjadi dikarenakan letak microphone mensimulasikan posisi telinga manusia sehingga pelebaran yang dihasilkan akan terdengar lebih alami dan realistis. Berikut gambar tampak depan posisi ORTF.

Gambar 4. Tampak Depan, Overhead ORTF Position.
 (Sumber : Foto Adrianus, Mei 2016)

Resiko terhadap out of phase juga sangat kecil. Karena kompatibilitas mono yang ditangkap juga sangat baik. Jika jarak antara drum dan mic pada posisi yang pas maka karakter suara yang dihasilkan lebih dry dan memiliki attack yang sangat jelas. Karena penyebaran suara yang luas, maka ada kemungkinan bahwa sebagian besar drum kit akan berada di antara off – axis. Oleh karena ini posisi ini sangat tidak mendukung untuk digunakan didalam ruangan yang kecil. Berikut tampak depan posisi overhead ORTF position.
e.    Overhead dengan posisi Recorderman
Teknik recorderman adalah teknik terbaru dan paling terkenal, meskipun secara konseptual mirip dengan konfigurasi overhead  yang dibuat oleh Glyn Johns.[2] Proses merekam overhead pada posisi ini membutuhkan 2 microphone  cardioid yang diletakkan pada posisi yang berbeda beda. 1 mic berada tepat diatas snare drum yang menodong langsung kearah snare drum sebagai phasenya dengan jarak sekitar 40 inch atau sekitar 102 sentimeter. Dan microphone yang 1 diletakkan di pinggir tepat didekat bahu kanan drum yang juga menodong kearah snare drum dengan jarak yang sama sekitar 40 inch atau sekitar 102 sentimeter . Berikut tampak samping posisi overhead recorderman position.

Gambar 5. Tampak Samping, Overhead Recorderman Position.

Resiko out of phase tergantung pada pengukuran jarak yang dilakukan oleh sound engineer. Karakter suara yang dihasilkan sangat terdengar dry dan roomnya tidak begitu lebar karena suara keseluruhan dari kit drum akan terasa lebih dominan, sehingga suara cymbal terdengar tipis. Jika hendak menggunakan panning, maka settingan pan yang mencapai 100% akan tetap terdengar aman dari resiko out of phase.

Gambar 6. Tabel Perbandingan Karakter Suara



        [1] David Miles Huber, Modern Recording Techniques, (London : Focal Press, 1942), hal 286.

Comments

Popular posts from this blog

Macam – Macam Polar Pattern pada Microphone

Sibelius 7 Full Version with Crack