Macam – Macam Polar Pattern pada Microphone


           Polar pattern adalah pola penangkapan suara dari microphone. Macam – macam polar pattern menjadi salah satu hal yang perlu diketahui ketika hendak menggunakan microphone tersebut. Kepekaan suara yang direspon oleh microphone berbeda-beda dari tiap arah sumber suaranya. Berbagai percobaan dan pengukuran akhirnya menghasilkan apa yang disebut sebagai directivity. Hal inilah yang membuat adanya pola pattern. Arah depan pada pola pattern merupakan arah 0 derajat atau disebut on axis. Semakin ke samping, semakin tidak sensitif dan arah sensitifitas paling buruk adalah arah belakang (rear) biasanya disebut null angle. Pola pattern itu sendiri tebagi menjadi 4 pola yaitu Uni Cardional, Figure of Eight atau yang dikenal sebagai Bidirectional, dan OmniCardioid.
a.    Uni Cardional
            Uni Cardional terbagi menjadi 3 pola yaitu Cardioid, Supercardioid dan Hypercardioid. Uni Cardional memiliki penangkapan yang sensitif dari arah depan saja. Sedangkan pada arah belakang dan samping mengalami pelemahan respon. Pola ini memiliki fokus yang sangat baik. Biasanya microphone dengan pola ini, digunakan ketika sumber suara jauh atau membutuhkan banyak suara ambient.
     1.    Cardioid
            Cardioid merupakan jenis polar pattern yang peka dalam menangkap sumber suara dari depan. Cardioid memiliki arah penangkapan yang getarannya mencakup hingga kesudut 131 derajat, dengan sudut penolakan maksimum 180 derajat dan kepekaan terhadap ambient hingga 33%.[1] Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa penangkapan ambient yang masuk lebih sedikit dibandingkan dengan pola omnidirectional.

Gambar 2.11 Uni Cardional, Cardioid Pola Pattern
Sumber : John Eargle, The Microphone Book 2nd Edition

    2.    Supercardioid

            Supercardiod mencakup hingga kesudut 115 derajat. Sudut penolakan maksimum Supercardioid adalah 126 derajat dan kepekaan terhadap ambient suara mencapai 27%. Penolakan suara dari belakang hingga mencakup 12db.[2] Oleh karena itu supercardioid dikatakan sebagai halfcardional.

Gambar 2.12 Uni Cardional, Supercardioid Pola Pattern
Sumber Internet : http://www.coutant.org/, April 2016


   3.    Hypercardioid
            Hypercardiod  atau yang dikenal dengan sebutan shotgun microphone memiliki penolakan maksimum hingga 90 derajat. Kepekaan suara terhadap ambient 25%  dengan penolakan suara dari belakang hingga 6db.

Gambar 2.13 Uni Cardional, Hypercardioid Pola Pattern
Sumber : John Eargle, The Microphone Book 2nd Edition

b.    Omni Cardional
            Omni Directional umumnya sama dengan microphone jenis lainnya. Omni Directional memiliki kelebihan untuk menangkap suara pada sudut 360 derajat, atau mencakup keseluruhan arah.


Gambar 2.14 Omni Cardional Pola Pattern
Sumber Internet : http://www.vugear.com/, April 2016
            Pola ini digambarkan dalam bentuk lingkaran yang mengindikasikan bahwa microphone tersebut equally sensitive terhadap suara yang datang dari segala arah. Ambient suara yang ditangkap 100% dan penolakan belakang 0 db.[3]
c.    Bidirectional / Figure of Eight
            Bidirectional atau yang disebut Figure of Eight. Alasan mengapa disebut sebagai Figure of Eight karena dalam grafik digambarkan dengan bentuk angka delapan. Pola ini seperti dua buah microphone cardioid yang saling membelakangi satu sama lain. Biasanya microphone dengan pola ini dipakai untuk mengambil pantulan suara dari dinding guna menciptakan rasa yang berbeda terhadap suara yang dihasilkan. Coverange angle dan null angle pada pola ini mencakup hingga kesudut 90 derajat. Ambient suara yang ditangkap hingga 33% dengan rear rejection 0 db.[4]

Gambar 2.15 Bidirectional / Figure Of Eight Pola Pattern
Sumber Internet : http://www.royerlabs.com/, April 2016



[1] John Eargle, The Microphone Book, Second edition, (London: Focal Press, 2005), hal : 115
[2] Ibid, hal : 115 - 119
[3] Ibid, hal : 115-119
[4] Ibid, hal : 120


Comments

Popular posts from this blog

Merekam Drum Kit dengan 5 teknik Overhead

Sibelius 7 Full Version with Crack