Individual Miking Menggunakan 1 Microphone SM57
Anda
seorang drummer ? Anda sering melakukan rekaman ? so, pastinya anda akan benar –
benar menjaga kualitas suara snare drum
anda ketika rekaman. Apalagi jika snare
yang anda gunakan merupakan barang mahal, akan sayang sekali pastinya jika anda
merekam dan mendapatkan hasil yang sama seperti snare murah pada umumnya. Buat kalian yang hobi bereksperimen untuk
mencari karakter snare, yuk simak
thread berikut :
Dalam percobaan pertama, saya akan melakukan rekaman pada sebuah snare drum dengan menggunakan satu microphone. Kali ini microphone yang saya gunakan adalah SM57 milik Shure. Berbagai
posisi tembakan dan jarak miking yang nantinya akan dicoba.
a. Posisi pertama / Close Position
Posisi pertama ini sering disebut
sebagai close position. Posisi ini
adalah posisi paling ideal dalam menangkap suara snare drum dari head. Jarak
yang dibutuhkan antara kepala microphone
dengan head snare drum kurang lebih
sekitar 2,5 hingga 5 sentimeter. Sudut kemiringan dari body snare drum sekitar 40 – 50 derajat dengan posisi kepala snare drum menuju lebih kearah pinggir head.
Gambar 3.2 Tampak Depan,
Close Position
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
Gambar 3.3 Tampak Atas,
Close Position
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
Posisi ini biasa dipakai untuk orang
yang ingin mencari attack. Suara yang
dihasilkan terdengar bulat dan padat, oleh karena itu, sangat cocok untuk
menangkap suara dari ghost note, blast
beat serta hit dengan volume rendah
b. Posisi Kedua / Close Miking 90 Degree
Posisi kedua adalah posisi close miking 90 Degree, dimana microphone langsung menodong kebagian
pinggir head dan posisinya berbalik
lurus ke bawah. Posisi ini digunakan untuk mencari tone yang lebih jelas dan keras dibagian head. Secara fungsional sama saja yaitu untuk mencari attack yang berlebih pada setiap
pukulan. Berikut merupakan posisi yang diambil dari posisi depan dan atas.
Gambar 3.4 Tampak
Depan, Posisi Close Miking 90 derajat
Gambar 3.5 Tampak Atas, Posisi Close Miking 90 derajat
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
Pada posisi ini jarak antara head dan microphone memiliki jarak sekitar 5 hingga 7 sentimeter, dengan
posisi microphone langsung menodong
ke pinggir head. Biasanya ketika
seseorang membutuhkan hit dengan volume yang keras serta tone yang bulat mereka akan terbantu
dengan posisi miking yang seperti ini. Karakter yang dihasilkan oleh posisi ini
akan terdengar crunch atau kering. Posisi
ini akan sangat jarang ditemukan karena untuk menangkap suara snare drum pada sebuah drum kit biasanya sudah terbantu oleh microphone yang berada disekitar,
seperti overhead microphone.
c. Posisi Ketiga / Open Position
Posisi ketiga disebut sebagai open position dimana microphone tersebut sedikit menjauh keluar
dari head. Sedangkan tingginya sama
dengan posisi pertama sekitar 2,5 hingga 5 sentimeter, dengan sudut kemiringan
30 derajat dari head. Todongan yang
dituju tepat ditengah dari head snare tersebut.
Posisi ini juga sering digunakan untuk mencari attack dengan tone yang
jelas dari pukulan stick ke head snare.
Gambar 3.6 Tampak
Depan, Posisi Open Miking
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
Posisi microphone yang menuju ketengah tersebut, maka suara yang
dihasilkan terdengar lebih bulat dan dry.
Tangkapan suara yang diterima oleh microphone
juga tidak terlalu cepat sehingga gaung yang dihasilkan tidak begitu banyak.
Itulah sebabnya, orang lebih suka memakai posisi seperti ini karena akan
terdengar vintage dan lebih alami.
Berikut merupakan posisi yang diambil dari posisi depan dan atas.
Gambar 3.7 Tampak
Depan, Posisi Open Miking
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
Gambar 3.8 Tampak Atas,
Posisi Open Miking
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
d. Posisi Keempat / Six Inch Position From Head Snare
Posisi keempat juga merupakan open position yang sama seperti posisi
ketiga. Letak perbedaannya hanya terletak pada jarak antara kepala microphone dan head snare yang sangat jauh yaitu sekitar 15 sentimeter atau setara
dengan 6 inch. Itulah kenapa posisi
ini sering disebut sebagai six inch
position from head. Posisi todongan juga sama – sama menghadap ke tengah head snare dengan sudut kemiringan
sekitar 30 hingga 40 derajat. Berikut merupakan posisi yang diambil dari posisi
depan.
depan.
Gambar 3.9 Tampak
Depan, 6 Inch Position From Head
(Sumber : Foto Pribadi, Mei 2016)
Gambar 3.10 Tampak
Depan, 6 Inch Position From Head
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
Karakter suara yang dihasilkan juga terdengar dry dengan sedikit lebih soft
dibandingkan dengan posisi ketiga. Posisi ini biasa digunakan ketika pemain drum sering bermain dengan menggunakan power yang besar. Karena jarak yang
cukup jauh dari head, maka microphone diberikan ruang yang lebih
dalam menangkap suara-suara ambient (suara
yang berada disekitarnya). Inilah yang menyebabkan posisi ini akan terlihat
lebih alami dibanding dengan posisi lainnya.
Keempat
posisi yang ditangkap melalui head snare,
posisi ketiga dan keempat sangatlah tepat untuk digunakan dalam menangkap suara
menggunakan 1 microphone. Hal ini
menjadi alasan mengapa banyak orang memilih kedua posisi berikut sebagai sumber
tangkapan yang ideal saat menodong snare drum.
Dua
posisi yang biasa orang tangkap selain menangkap posisi head snare drum yaitu side
position dan bottom position.
Akan tetapi posisi ini biasanya hanya digunakan untuk mencari sound agar terlihat lebih detail dan nyata karakter asli snare drum. Selain digunakan untuk
mencari sound biasanya posisi ini
digunakan sebagai posisi utama juga tanpa menodong bagian head snare drum. Hal ini bergantung pada kebutuhan komposisi sebuah
karya dan kebutuhan pemain. Berikut penjelasan detail mengenai dua side dan bottom position.
e.
Side Position
Side Position adalah posisi microphone yang ditodongkan ke snare drum dari samping. Posisi ini
sangat jarang ditemukan pada saat merekam snare
drum. Biasanya ditodongkan dari sebelah kiri snare drum menghadap langsung ke body snare atau shell snare.
Berikut merupakan tampak depan dari side
position
Gambar 3.11 Tampak
Depan, Side Position
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
Hal ini berguna untuk menangkap suara asli dari konstruksi snare drum tersebut. Jika snare drum yang ditangkap adalah jenis snare drum dengan shell kayu, maka karakter kayu yang akan muncul sesuai dengan jenis
kayunya. Apabila shell terbuat dari
bahan besi atau baja yang kita tangkap, maka suara yang akan muncul yaitu suara
dengan karakter besi dan baja.
Jarak microphone
dengan body snare drum kira - kira
sekitar 6 sentimeter. Jika microphone
terlalu dekat maka gaung yang akan ditimbulkan akan semakin banyak. Hal ini nantinya
yang akan berdampak pada saat proses
mixing. Begitu pula sebaliknya ketika semakin jauh microphone yang ditodongkan, maka suara ambient yang ditangkap akan semakin besar, terutama suara hihat. Hal ini juga akan berpangaruh
besar terhadap proses mixing. Oleh
karena itu, jarak yang dibutuhkan untuk menodong dari side position hanya dibutuhkan secukupnya.
f.
Bottom Position
Bottom Position adalah posisi microphone yang ditodongkan dari bawah snare drum. Biasanya todongan microphone tersebut mengarah kepada snare wires. Hal ini bertujuan untuk
menangkap suara crispy pada sebuah snare drum. Jika digambarkan dengan
frekuensi, bottom position akan
menghasilkan karakter yang lebih kepada high-end
frekuens. Jarak antara microphone
dan body snare drum harus benar -
benar tepat, untuk mencegah kebocoran suara yang dihasilkan oleh bass drum, hal inilah yang harus
diperhatikan agar proses mixing tidak
terganggu oleh suara kit lainnya. Jarak
ideal yang dibutuhkan yaitu sekitar 3 hingga 5 sentimeter dari snare wires, menghadap langsung kebagian tengah snare drum. Berikut merupakan tampak
depan dari bottom position.
Gambar 3.12 Tampak Depan, Bottom Position
(Sumber :
Foto Pribadi, Mei 2016)
So... Manakah posisi yang menurut anda cocok untuk kebutuhan
lagu yang direkam ? ataukah anda masih cenderung menggunakan cara menodong ke
snare pada umumnya ? Saatnya anda bereksperimen, rasakan dan temukan karakter
yang cocok buat anda. Jika anda punya pengalaman eksperimen lain, mari silahkan
berbagi bersama kami. Terima Kasih.











Comments